Jumat, 05 Oktober 2012

Pantai Klayar Pacitan

Perjalanan darat dengan sepeda motor ternyata menawarkan “keasyikan” tersendiri. Keasyikan menikmati pemandangan selama perjalana, melewati jalan yang berliku naik turun, jalan sempit, serta tidak ribet dengan rambu2 lalu lintas yang hanya dilewati oleh kendaraan tertentu (misal : mobil) karena jarang sekali rambu larangan melewati jalan tertentu untuk roda dua seperti sepeda motor. hehe…


Kali ini rasa ingin tahu dan kangen karena sudah 12 tahun lewat tidak menikmati keindahan panorama Pantai Klayar, yang saat 12 tahun lalu (tepatnya tahun 2000) untuk menuju ke Pantai, memerlukan perjuangan yang teramat berat dengan mobil. Menuju ke bibir pantai saja, harus jalan melewati ladang penduduk naik kemudian turun, karena belum ada akses jalan menuju pantai. Apakah kejadian 12 tahun lalu akan sama dengan perjalanan kali ini menggunakan sepeda motor?

Karena perjalanan kali ini bersama seorang teman (laki-laki :p) yang “tergoda” oleh cerita saya sewaktu chat di facebook, maka diperlukan kesiapan lebih matang bila dibanding perjalanan itu aku tempuh sendiri atau berdua sama istri. Biasanya perjalan berdua dengan istri tidak memerlukan persiapan yang terlalu njlimet karena memang diniati travelling dengan tujuan tertentu. Nggak harus punya target waktu; misalnya harus sampai jam berapa atau nanti nginep di mana andaikan diperlukan bermalam. Nah, untuk kali ini, mau nggak mau harus siap dengan rencana itu semua. Sampai di lokasi jam berapa, andaikan terpaksa harus nginep, nginep dimana, umpama mau menikmati sunrise berangkat jam berapa dari penginapan. Huft..., agak ribet sih, tapi mau gimana lagi… emang perjalanan ngajak orang lain.

Berangkat dari Madiun jam 15.30 wib setelah shalat Asar. Terlebih dahulu nyamperin temen di Jalan Thamrin Madiun. Eh, ternyata teman yang mau ikut belom siap, dikiranya nggak jadi coz nggak ada konfirmasi sebelumnya. Padahal jam 12.00 dah aku kirim INBOX di Facebooknya, dan ternyata koneksi internet dia lemot, so gak kebaca. Hahahaha, maunya cari praktis lewat FB ternyata malah nggak praktis. Knapa nggak sms or telpon aja? boro-boro nomor telpon, ketemu dia aja baru sekitar sebulan itupun lewat pertemanan Facebook setelah hampir 15 tahun nggak ketemu. Bodohnya hanya mengandalkan komunikasi lewaf FB dan lupa menanyakan no telpon masing-masing. OK, no problem, bwat pengalaman, lain waktu tidak mengandalkan satu “sarana” komunikasi.

Setelah menunggu beberapa saat temen nyiapkan diri, akhirnya kita berangkat jam 16.00 wib menyusuri jalan raya Madiun - Ponorogo yang sedikit padat karena pada jam itu banyak karyawan pulang kerja. Tapi, udara sore yang semriwing tidak membuat badan gerah atau panas …. terlebih setelah masuk daerah Gemaharjo (perbatasan Ponorogo Pacitan), suasana pegunungan yang sejuk mulai terasa. Seolah ingin berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan alam dan sejuknya hawa pegunungan. Sepeda motor terus kupacu dan berharap sampai di Pacitan tidak sampai malam. Dan ....  Alhamdulillah, masuk kota Pacitan baru terdengar suara adzan Maghrib, yang artinya nggak sampe kemalaman. Setelah keliling kota Pacitan mencari tempat penginapan, akhirnya dapat penginapan di pinggiran kota, Hotel Wijaya, yg berada di pinngiran kota arah Trenggalek. Sewa 60rb kamar mandi didalem, kipas angin, dan televisi … dan bangunan baru. Lumayan buat ngilangin rasa capek.

Setelah mandi sholat, bersama istri menyempatkan diri jalan-jalan ke kota Pacitan. Lumayan rame, sepertinya seluruh masyarakat Pacitan tumplek blek di Alun-alun. Muter-muter mulai jalan arah alun-alun, ke barat sampai mendekati pantai Teleng trus kembali ke alun-alun. Pengennya sih ... menikmati bulan purnama di Pantai Teleng, tapi .... tarip masuknya yg 10rb per orang, bikin males masuk. Padahal sudah jam 19.30 wib kok masih aja ada petugas yg jaga pantai.

Setelah puas jalan-jalan, kita berdua (karena temen gk ikut) kembali ke hotel. Merebahkan diri sambil menikmati  acara televisi, ditemani istri dan beberapa camilan .. hmmmm.. benar2 menikmati hidup. :p

Tepat jam 03.00 WIB, kami bangun dan meluangkan waktu bwat shalat malam. Setengah jam kemudian, kami bertiga berangkat ke Pantai Klayar, yang jaraknya + 40km dari kota Pacitan, krn berharap sampai di Pantai Klayar, bisa menikmati Sunrise. Perjalan pagi melewati jalan kampung, krn inginnya bisa lewat Pantai Srau dan Watukarung,,,, tapi... gk kesampaian krn msih terlalu pagi ... Setelah berjalan 1 jam, terdengar azan subuh, kami putuskan untuk shalat subuh di musholla yg deket dengan pantai Watukarung. Setengah jam kemudian, kami lanjutkan perjalanan. 

Waktu beranjak pagi, ketika kami harus bertanya arah ke Pantai Klayar ... dan ternyata, jalan menuju ke Klayar jauh berbeda dibanding 12 tahun lalu... Sekarang jalannya mulus bak kulit yg tiap hari di masker haha ...(gk onok hubungane) sampai ke bibir pantai. Jam menunjukkan pukul 05.30 wib kami sudah sampai di Pantai Klayar...

hmmm .. pemandangan indah terpampang di depan mata ... ombak yg menggelegar, pasir putih .. serta irama dari seruling laut menghiasi keindahan pantai. Sejenak kami duduk-duduk, menikmati pantai dengan cara memandangi tiap deburan ombak... 

Setelah puas menikmati sambil duduk-duduk, kami teruskan berjalan kaki menuju sisi timur pantai,,, deburan ombak yang saling berkejaran serta suasana pantai yg masih sepi (belum ada penduduk apalagi pengunjung) menambah suasana pagi begitu indah.. 


0 comments:

Posting Komentar